Sabtu, 14 Maret 2015

Jogja Not For Sale ( Jogja Ora Di Dol)


Setelah suwi mimin ngilang karena ndik kejar-kejar satpol ngeple & pemerentah DIY sing arep ngeDOL Jogja, here welcome, mbak sing paling ayu sing ora jirih kasih testimoninya Hida (19) | Mahasiswi | calon guru | Yogya | @hidabasori #JogjaOraDidol
Setelah suwi mimin ngilang karena ndik kejar-kejar satpol ngeple & pemerentah DIY sing arep ngeDOL Jogja, here welcome, mbak sing paling ayu sing ora jirih kasih testimoninya 

Hida (19) | Mahasiswi | calon guru | Yogya | @hidabasori #JogjaOraDidol
 
 
Dhani (17), Wonosari, Anak Petani

"Ketika rakyat dituntut menuju era konsumtif, ditindas tirani penguasa yang menjual kekuasaan kepada kapitalisme, dengan dominasi dari properti dan monopoli sumber daya, maka hanya ada 1 kata: LAWAN!!!
#JogjaOraDidol
Dhani (17), Wonosari, Anak Petani
"Ketika rakyat dituntut menuju era konsumtif, ditindas tirani penguasa yang menjual kekuasaan kepada kapitalisme, dengan dominasi dari properti dan monopoli sumber daya, maka hanya ada 1 kata: LAWAN!!!
#JogjaOraDidol

Kiriman/Undangan terbuka dari petani-petani Kulon Progo.
Kiriman/Undangan terbuka dari petani-petani Kulon Progo.
 
 
Kiriman dari akun Facebook Aghell Hdi Saputro:

"Jogja Not For Sale, Dap….!!!"
#JogjaOraDidol
Kiriman dari akun Facebook Aghell Hdi Saputro:
"Jogja Not For Sale, Dap….!!!"
#JogjaOraDidol
 
 

Kiriman dari akun Facebook Santa Monica:
"Tanah Untuk Tahta. Tahta Untuk Rakyat. 24 September 1984 HB IX menerima Undang-undang Pokok Agraria tahun 1960."
#JogjaOraDidol
Kiriman dari akun Facebook Santa Monica:
"Tanah Untuk Tahta. Tahta Untuk Rakyat. 24 September 1984 HB IX menerima Undang-undang Pokok Agraria tahun 1960."
#JogjaOraDidol
 
 

Harun Arony (22), Mahasiswa Abadi/Ora Lulus-lulus, Jakal Km.13
"Turut berduka atas semua ini"
#JogjaOraDidol
Harun Arony (22), Mahasiswa Abadi/Ora Lulus-lulus, Jakal Km.13
"Turut berduka atas semua ini"
#JogjaOraDidol
 
 

"Asu raimu, pak!"(Kiriman dari akun Facebook Otram Oriwap)
"Asu raimu, pak!"

(Kiriman dari akun Facebook Otram Oriwap)
 
 

Pada suatu malam ndik bunderan Universitas Gadjah Mada Jogja Ora Didol, sa menyaksikan batu-batu bicarah:”#JogjaOraDidol - Tanah Untuk Tahta, Tahta Untuk Rakyat”
Pada suatu malam ndik bunderan Universitas Gadjah Mada Jogja Ora Didol, sa menyaksikan batu-batu bicarah:

#JogjaOraDidol - Tanah Untuk Tahta, Tahta Untuk Rakyat”
 
 
Waiki. Sa sering lihat kuis ini sliweran ndik tipi. Tapi edisi sing iki khusus buat Daerah Istimewa Yogya Ora Didol (Kiriman dari akun Facebook Otram Oriwap)
Waiki. Sa sering lihat kuis ini sliweran ndik tipi. Tapi edisi sing iki khusus buat Daerah Istimewa Yogya Ora Didol 

(Kiriman dari akun Facebook Otram Oriwap)
 
 

Kiriman dari akun Twitter @IndraEndro 
“Jogja Ora Didol dari puncak gunung Prau 2565 Mdpl!!”
Kiriman dari akun Twitter @IndraEndro 
Jogja Ora Didol dari puncak gunung Prau 2565 Mdpl!!”
 
 

Kiriman dari akun Facebook “Ryan M. Afriansyah”
"Jogja Ora Didol!!"
#JogjaOraDidol
Kiriman dari akun Facebook “Ryan M. Afriansyah”
"Jogja Ora Didol!!"
#JogjaOraDidol
 
 

Kiriman dari akun Facebook “Hendro Saputro”
"Djogjaku tok dol, idak ndasmu, har!!"
"Suhar koyone lagi ora sehat, lik!!"
Kiriman dari akun Facebook “Hendro Saputro”
"Djogjaku tok dol, idak ndasmu, har!!"
"Suhar koyone lagi ora sehat, lik!!"
 
 

Ardi (17), Pelajar, Yogya
"Iki Jogja, lek!! Nek mau dijual, mending Anda pergi daripada jadi virus!!:
#JogjaOraDidol
Ardi (17), Pelajar, Yogya
"Iki Jogja, lek!! Nek mau dijual, mending Anda pergi daripada jadi virus!!:
#JogjaOraDidol
 
 

Kiriman foto dari akun Facebook “Nandt Rebellion Rose”
Kiriman foto dari akun Facebook “Nandt Rebellion Rose”
 
 
Kiriman video dari akun YouTube bernama “Ode untuk Yogya”
Minggu sekitar jam 10 Malam (13 Oktober 2013) sekitar puluhan orang secara tiba-tiba melakukan flashmob di Monumen Tugu Jogja. Mereka bergandengan tangan mengelilingi Tugu dan sebagian dari mereka membentangkan beberapa spanduk yang bertuliskan: “Tanah Untuk Tahta. Tahta untuk Rakyat”; “Jogja Ora Didol”.
Sesaat sebelum meninggalkan monumen yang paling sering dikunjugi oleh wisatawan itu, mereka meneriakkan “Jogja Ora Didol!”
#JogjaOraDidol

Agus (22), Calon Sarjana - Guru Honorer
"Jogja makin rungseb penataan papan reklamenya, gedung bertingkat semakin sombong menjulang. Ini kota BUDAYA, dab, bukan METROPOLITAN."
#JogjaOraDidol
Agus (22), Calon Sarjana - Guru Honorer
"Jogja makin rungseb penataan papan reklamenya, gedung bertingkat semakin sombong menjulang. Ini kota BUDAYA, dab, bukan METROPOLITAN."
#JogjaOraDidol

Ninda, Mahasiswi
"Jogja Istimewa untuk pribadi, bukan lagi untuk kami."
#JogjaOraDidol
Ninda, Mahasiswi
"Jogja Istimewa untuk pribadi, bukan lagi untuk kami."
#JogjaOraDidol
Kiriman Video dari Edo (24), Prawirotaman
"Minggu,13 Oktober pukul 20.00 hingga 22.00, kawan-kawan solidaritas #JogjaOraDidol menggelar flashmob bertajuk "Jogja Ora Didol". Aksi ini dilakukan di empat titik secara spontan dan kolektif."
 
 

Joy (9), Student, Sheffield UK
"Makin Susah sepedaan."
#JogjaOraDidol
Joy (9), Student, Sheffield UK
"Makin Susah sepedaan."
#JogjaOraDidol
 
 

Yosua, Plawangan - Kaliurang
"Aku pengen Jogja sek ngene, ijo, resik, ora kakean mall"
#JogjaOraDidol
Yosua, Plawangan - Kaliurang
"Aku pengen Jogja sek ngene, ijo, resik, ora kakean mall"
#JogjaOraDidol
 
 

Rona (20), Mahasiswa + Penjaga Toko, Bandung
"Kalau sudah bisa makan BESI, silakan bangun terus tambang & hotel d Jogja."
#JogjaOraDidoL
Rona (20), Mahasiswa + Penjaga Toko, Bandung
"Kalau sudah bisa makan BESI, silakan bangun terus tambang & hotel d Jogja."
#JogjaOraDidoL

Rere, Mahasiswi
"Jogja cerminan Orde Baru. Keadilan itu buat kalangan elit. Rakyat hanya sebagai boneka para elit"
#JogjaOraDidoL
Rere, Mahasiswi
"Jogja cerminan Orde Baru. Keadilan itu buat kalangan elit. Rakyat hanya sebagai boneka para elit"
#JogjaOraDidoL
 
 

Ram (30), Cleaning Service, Condong Catur
"Akeh angkringan sing tutup"
#JogjaOraDidoL
Ram (30), Cleaning Service, Condong Catur
"Akeh angkringan sing tutup"
#JogjaOraDidoL
 
 

Gendon (24), Buruh Serabutan, Sleman
"Nek okeh penggusuran berarti cen bener Jogja rep didol!!! Trus istimewa e nandi?"
#JogjaOraDidoL
Gendon (24), Buruh Serabutan, Sleman
"Nek okeh penggusuran berarti cen bener Jogja rep didol!!! Trus istimewa e nandi?"
#JogjaOraDidoL

Yadi (27), Perantau, Gamping
"Banyak penggusuran kok istimewa!! Istimewa untuk siapa?"
#JogjaOraDidoL
Yadi (27), Perantau, Gamping
"Banyak penggusuran kok istimewa!! Istimewa untuk siapa?"
#JogjaOraDidoL
 
 

Budi, Pengangguran, Anak Mantan Petani
"Istimewa itu milik Sultan bukan milik Rakyat"
#JogjaOraDidoL
Budi, Pengangguran, Anak Mantan Petani
"Istimewa itu milik Sultan bukan milik Rakyat"
#JogjaOraDidoL
 
 

Agls 07, Street artist
"Jogja "kota istimewa" bukan kota metropolitan"
#JogjaOraDidoL
Agls 07, Street artist
"Jogja "kota istimewa" bukan kota metropolitan"
#JogjaOraDidoL

Gerarda (22), Mahasiswa sekaligus buruh wisata (tour guide)
"TANAH UNTUK RAKYAT!! 
Bukan untuk penguasa yang haus harta, bukan untuk mereka yang berduit saja. Kalau sawah dan ladang di Jogja dibangung tambang semua, hotel semua, cafe semua, lantas kita bisa makan apa?
Jangan sampe jogja sama kayak Jakarta & kota besar lainnya!!
Lantas, APA ISTIMEWANYA?? kalo sama aja sama kota lainnya =(
*Untung tanah ortu gw di Jakarta, jadi Sultan ga berhak klaim-klaim tanah ortu gw. 
WARGA YOGYA BERSATULAH
#JogjaOraDidoL
Gerarda (22), Mahasiswa sekaligus buruh wisata (tour guide)
"TANAH UNTUK RAKYAT!! 
Bukan untuk penguasa yang haus harta, bukan untuk mereka yang berduit saja. Kalau sawah dan ladang di Jogja dibangung tambang semua, hotel semua, cafe semua, lantas kita bisa makan apa?
Jangan sampe jogja sama kayak Jakarta & kota besar lainnya!!
Lantas, APA ISTIMEWANYA?? kalo sama aja sama kota lainnya =(
*Untung tanah ortu gw di Jakarta, jadi Sultan ga berhak klaim-klaim tanah ortu gw. 
WARGA YOGYA BERSATULAH
#JogjaOraDidoL
 
 

Siti Dzubaidah (26), Pegawai Bank
"Nanti kemana anak2 saya akan bermain & lari2an kalau semua tanah dijual & hilang?!?"
#JogjaOraDidoL
Siti Dzubaidah (26), Pegawai Bank
"Nanti kemana anak2 saya akan bermain & lari2an kalau semua tanah dijual & hilang?!?"
#JogjaOraDidoL
 
 

Susi (25), Penjaga Toko, Anak Petani - BantuL
"Kalo semua dijadikan tambang, mall, hotel, tak ada lagi sawah yang bisa diwariskan dan jadi sumber kehidupan:
#JogjaOraDidoL
Susi (25), Penjaga Toko, Anak Petani - BantuL
"Kalo semua dijadikan tambang, mall, hotel, tak ada lagi sawah yang bisa diwariskan dan jadi sumber kehidupan:
#JogjaOraDidoL
 
 

Dian (20), Mahasiswa, Sleman-Jogja
"Tanah sendiri tapi dibilang nyewa loh -_-"
#JogjaOraDidoL
Dian (20), Mahasiswa, Sleman-Jogja
"Tanah sendiri tapi dibilang nyewa loh -_-"
#JogjaOraDidoL
 
 

Willy (21), Mahasiswa, Magelang
"Jogja harus istimewa. Semua tanah harus bisa diakses rakyat, termasuk yg "SIPIT" seperti saya"
#JogjaOraDidoL
Willy (21), Mahasiswa, Magelang
"Jogja harus istimewa. Semua tanah harus bisa diakses rakyat, termasuk yg "SIPIT" seperti saya"
#JogjaOraDidoL
 
 

Santa Monica (20), Mahasiswa, Mrican
"Tanah bersertifikat tetap disikat! Petani asyik bertani jadi tambang besi! Parangkusumo tempat hidup bukan resort Sultan!!
#JogjaOraDidoL
Santa Monica (20), Mahasiswa, Mrican
"Tanah bersertifikat tetap disikat! Petani asyik bertani jadi tambang besi! Parangkusumo tempat hidup bukan resort Sultan!!
#JogjaOraDidoL
 
 
Ocha (19), Mahasiswa, Wonosari
"Yogya Berhati Nyam-nyam"
#JogjaOraDidoL
Ocha (19), Mahasiswa, Wonosari
"Yogya Berhati Nyam-nyam"
#JogjaOraDidoL
 
 

Bayu (23), Mahasiswa, Godean
"Saya baru tahu, ternyata UUK dan perda keistimewaan itu UU dan perda MALING!!! Yang dimaling adalah tanah rakyat, yang jadi maling ya yang punya uang dan jabatan. 
Ha..ha..ha..!!”
#JogjaOraDidoL
Bayu (23), Mahasiswa, Godean
"Saya baru tahu, ternyata UUK dan perda keistimewaan itu UU dan perda MALING!!! Yang dimaling adalah tanah rakyat, yang jadi maling ya yang punya uang dan jabatan. 
Ha..ha..ha..!!”
#JogjaOraDidoL
 
 

Petrus (23), Mahasiswa, Wonogiri
"Tanah Jogja tanah Tuhan, berikan pada mereka yang memang berhak, bukan investor, makelar, elite penguasa. Rakyat lebih berhak mengolah tanah Jogja.
NO TAMBANG! NO MALL!”
#JogjaOraDidoL
Petrus (23), Mahasiswa, Wonogiri
"Tanah Jogja tanah Tuhan, berikan pada mereka yang memang berhak, bukan investor, makelar, elite penguasa. Rakyat lebih berhak mengolah tanah Jogja.
NO TAMBANG! NO MALL!”
#JogjaOraDidoL
 
 

David (28), “Baru nganggur lagi”, 10 tahun di Sagan, Asli Medan
"Kurang dari 1 tahun pergi… Rasanya seperti tak mengenal lagi. Ruko, Minimarket, Hotel?!?? JANGAN HILANGKAN "JOG" dari "JOGJAKARTA"
#JogjaOraDidol
David (28), “Baru nganggur lagi”, 10 tahun di Sagan, Asli Medan
"Kurang dari 1 tahun pergi… Rasanya seperti tak mengenal lagi. Ruko, Minimarket, Hotel?!?? JANGAN HILANGKAN "JOG" dari "JOGJAKARTA"
#JogjaOraDidol
 
 

Putra (25), buruh rantau
"Jogja yang dulu berhati nyaman kini sudah tidak nyaman lagi. Hotel dan mal di mana2x!"
#JogjaOraDidoL
Putra (25), buruh rantau
"Jogja yang dulu berhati nyaman kini sudah tidak nyaman lagi. Hotel dan mal di mana2x!"
#JogjaOraDidoL



Sumber : http://jogjaoradidol.tumblr.com/ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar